Baca Kariage Kun, Yuk!

Waktu itu, entah kenapa saya jadi kangen sama  komik-komik yang pernah saya baca semasa kecil.  Ada beberapa judul yang sangat ingin saya baca. Langsung saja  cari ke om google. Komik yang pertama ketemu Kariage Kun karangan Masashi Ueda. Baca satu, dua lembar eh, keterusan. Akhirnya sampai sore cuma baca scanlation Kariage Kun, nggak cari yang lainnya. Yuk, sama-sama kita baca komik ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Let’s get married

Kawan, berapakah umur yang kau inginkan untuk menikah? Ehm, pasti bermacam-macam jawabnya. Pernah teman satu kelasku di STM menceritakan pemikirannya, bahwa dia ingin usia muda sudah berumah tangga. Ketika kutanyakan,”Apa alasannya?” Baca lebih lanjut

SATA

Disaat kita bingung dalam melakukan sesuatu, maka akan timbul beragam reaksi. Salah satunya adalah bertanya. Setelah bertanya pun, muncul beberapa pertanyaan. Apakah kita akan mengikuti jawaban orang itu? Mungkinkah orang tersebut jujur? Akhirnya malah,” Keluar dari satu kepeningan, masuk ke rasa pening yang lain.” Baca lebih lanjut

Temanmu, kawan!

Menyenangkan bukan, melihat sekawanan monyet itu? Tak peduli manusia atau hewan, semuanya membutuhkan teman Baca lebih lanjut

Maukah anda tertawa hari ini ?

K

ita tak harus punya alasan untuk tertawa, benar? “Aku senang karena tertawa, bukan tertawa karena senang”. Mestikah kita harus punya alasan untuk gembira? Mungkin akan dianggap aneh bila ada diantara kita yang tertawa sendiri tanpa sebab. Baca lebih lanjut

The wish of a water

Hari ini hatiku terasa lebih sejuk. Baru kusadari betapa buruknya hatiku selama ini. Ternyata pandanganku salah. Walaupun ada benarnya, dikit. Baca lebih lanjut

Ahhh, leganya

Pagi tadi ada sebuah peristiwa yang begitu berkesan bagiku. Seorang pelanggan datang mencuci mobil. Dia yang kedua yang mencuci disini setelah hujan besar reda. Seperti pada kebanyakan tamu, kami mengobrol ringan, sekedar basa-basi. Dalam obrolan itu tercipta tawa riang. Tawa inilah yang berkesan untukku. Memang terlihat sepele, namun bagiku terasa berharga. Tawa itu, yang lepas, telah membuat dadaku menjadi…PLONG. Ahhh, leganya. Mungkin bisa disamakan dengan saat naik angkot yang penuh sesak kemudian kita sampai di tujuan, turun, lalu merasakan udara bebas yang segar. rasanya luar biasa nikmat kan?

Ternyata ada cara, yang sederhana, agar hidup ini terasa lebih menyenangkan. Tertawa. Ya, dengan itu salah satunya. Sekarang akan aku biasakan untuk tertawa sebanyak mungkin. Ya tentu saja lihat-lihat tempat serta kondisi. Bukankah lebih baik bila hati kita tenang dan senang daripada gundah dan resah? 😛