Jangan menyerah!! Kawan

Setiap orang memiliki grafik semangat yang variatif. Untuk mereka yang teguh, Naik turunnya semangat seperti lagu pop. Sedangkan bagi orang-orang seperti aku, perumpamaan yang mirip mungkin lagu seriosa. Bagaimana para “teguher” itu mempertahankan semangat dalam kehidupannya? Dari kisah yang pernah aku baca, sebenarnya tak ada kiat khusus yang dilakukan. Kondisi ekonomi, kecerdasan, fasilitas? Tidak juga. Faktor diatas pengaruhnya kecil. Tapi mental dan cara pikirlah yang memiliki andil besar. Orang -orang ini pantang menyerah dan percaya bahwa harapan selalu ada. Dimana dan bagaimanapun mereka berpijak saat itu.

Pasti banyak orang yang bisa menatap langit ketika telapak kakinya menjejak bumi. Namun bagaimana seandainya ia terjatuh ke jurang yang dalam? Masih bisakah kedua mata yang ada menatap segarnya langit? Siapapun tak ingin jatuh dan hidup dalam jurang. Tentu semua akan berusaha merangkak naik. Lalu, jika ternyata medan yang didaki terjal, membuat kita berkali-kali merosot ke bawah, seberapa lamakah kita bisa bertahan dalam usaha itu?

Menyerah, menangis, meratap, putus asa? Atau berusaha lagi, naik lagi, berusaha lagi? Mana yang kita pilih? Aku akan memilih berusaha naik terus. Walaupun, kadang disertai dengan isak tangis dan ratapan. Ya memang baru segitu daya tahanku. Apa yang mendorongku untuk terus naik? Karena di atas lebih baik dan aku punya harapan untuk itu.

Boleh dibilang, sekarang aku adalah orang dengan tingkat optimisme 60 %. Butuh waktu lama untuk sampai pada tingkat ini. Sebelumnya diri ini dilingkupi rasa minder dan takut kalau gagal. Maka dari itu aku sering menolak jika ditunjuk mempresentasikan tugas kelompok. Atau jadi ketua dalam organisasi sekolah, meskipun hanya ketua seksi kebersihan. Waktu pertama kali bekerja pun demikian. Berkali-kali kena marah. Penyebabnya sepele. Malu bertanya. Karena jika terus bertanya nanti dianggap tidak bisa. Padahal posisiku masih dalam status percobaan. Hasilnya malah kerjaanku nggak beres dan surat PHK melayang.

Lama-lama aku bosan terus dihantui rasa takut dan minder. Sedikit demi sedikit aku belajar berubah. Banyak hal yang mengsinspirasiku. Buku, merenung, pengalaman orang lain. Dan salah satu yang juga menginspirasiku adalah ini

Adakah yang berpikiran bahwa apa yang dilakukan gadis kecil itu mudah? Adakah yang menganggap bahwa ” Itu kan dia. Beda dengan saya. Belum tentu dia setegar itu kalau ada di posisi saya, dengan berbagai kesulitan yang saya miliki”? Anak itu berada dalam jurang yang dalam sekali. Dan dia membuktikan kalau dirinya bisa keluar, lalu sekarang menatap damainya langit biru.

Apa kita harus dipotong dulu tangan dan kedua kaki kita, baru kita sadar bahwa ternyata, dengan tubuh yang sebelumnya, banyak tembok yang bisa kita runtuhkan?!

Syukurilah keberadaan kita, kawan. Bagaimanapun keadaannya. Gunakan pemberian Tuhan untuk meraih mimpimu. Tembok memang tinggi, tapi bukan berarti tidak bisa dilewati. Apalagi kita tidak berjalan sendiri.

Iklan

2 Tanggapan

  1. nice post gan, salam kenal…

    http://jasadh.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: