CIA

Ketika aktivitas lembaga NSA berpusat pada penyadapan elektronik, kita melihat bahwa CIA diperbantukan untuk tugas penyadapan itu. CIA bekerja dengan dinamis dan efektif, memata-matai terhadap individu tertentu di masyarakat. Oleh karena itu pelatihan tenaga spionase di Amerika telah disempurnakan mencakup seluruh trik dan aktivitas spionase.

Aktivitas terpenting yang dilakukan agen ini adalah menyusupi agen intelijen negara lain, mencari orang-orang yang mau bekerja untuk CIA diantara para spion (mata-mata) dari negara lain, sehingga mereka bisa saling bertukar informasi intelijen dengan negara sahabat

CIA mempunyai satelit mata-mata dan peralatan komputer yang canggih di kota Portmaid, Maryland. Dengan satelit itu mereka bisa menyadap semua pembicaraan telepon yang terjadi di dunia. Inggris Raya juga dapat mengakses informasi ini, karena komando intelijen Inggris Raya yang berkedudukan di Cheltenham turut serta dalam pengolahan data dan informasi ini, lalu menghimpun data-data yang dianggap tidak akurat serta info yang diinginkan Amerika, karena negeri Paman Sam itu selalu mempunyai tujuan tertentu.

Komplek gedung pusat CIA

Salah satu informasi yang diperoleh mahasiwa Iran ketika mereka menyegel Kedutaan Besar Amerika sesaat setelah pecahnya Revolusi Khomeini tahun 1979, adalah bahwa CIA telah menyebarkan lebih dari 250 ribu tenaga honorer bulanan yang bertugas di kawasan Timur Tengah saja.

Sasaran spionase mereka meliputi para presiden, menteri, pimpinan partai politik, politisi pemerintahan yang berkuasa maupun oposannya, lalu menyusupkan para agen honorer itu ke kalangan pedagang, seniman, bahkan tukang sapu di jalanan!

Anggaran untuk instansi sekuriti adalah sekitar 30 miliar dolar. Sepersepuluhnya diberikan kepada CIA. Sedangkan sisanya, sebagian besar dialokasikan pada pengembangan teknologi terbaru yang berkaitan dengan usaha penyadapan, ruang angkasa, dan foto udara.

Badan intelijen ini juga punya catatan dalam sejarah nasional indonesia. PRRI/PERMESTA merupakan salah satu pemberontak yang disponsori oleh CIA. Tujuan CIA saat itu membantu pemberontak adalah untuk menggulingkan Sukarno, yang dikenal keras untuk diajak bekerjasama oleh barat. Usaha ini gagal.  Barulah pada bulan oktober tahun 1965 hasrat CIA terpenuhi. Sukarno tumbang, digantikan Suharto yang sangat pro pada barat, terutama Amerika.

Daftar Direktur Central Intelligence (dalam urutan kronologis)

Direktur

Periode Jabatan

Keterangan

Laksamana Muda Sidney Souers, AL AS Cadangan 23 Januari 194610 Juni 1946 Director of Central Intelligence
Letnan Jenderal Hoyt S. Vandenberg, Amerika Serikat 10 Juni 19461 Mei 1947
Laksamana Muda Roscoe H. Hillenkoetter, AL AS 1 Mei 19477 Oktober 1950
Jenderal Walter Bedell Smith, Amerika Serikat 7 Oktober 19509 Februari 1953
Allen W. Dulles 26 Februari 195329 November 1961
John McCone 29 November 196128 April 1965
Laksamana Madya William Raborn, AL AS (Purn.) 28 April 196530 Juni 1966
Richard M. Helms 30 Juni 19662 Februari 1973
James R. Schlesinger 2 Februari 19732 Juli 1973
William E. Colby 4 September 197330 Januari 1976
George H. W. Bush 30 Januari 197620 Januari 1977
Laksamana Stansfield Turner, AL AS (Purn.) 9 Maret 197720 Januari 1981
William J. Casey 28 Januari 198129 Januari 1987
William H. Webster 26 Mei 198731 Agustus 1991
Robert M. Gates 6 November 199120 Januari 1993
R. James Woolsey 5 Februari 199310 Januari 1995
John M. Deutch 10 Mei 199515 Desember 1996
George J. Tenet 11 Juli 199711 Juli 2004
Porter J. Goss 24 September 200426 Mei 2006 Director of the Central Intelligence Agency
Jen. Michael V. Hayden, USAF 30 Mei 2006 – sekarang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: